Subhanallah… Elegi di atas sungguh menarik dan baik sekali
isinya karena banyak pengetahuan yang sangat bermanfaat. Didapat bahwa dalam
filsafat terdapat kontradiksi, sedangkan dalam spiritual terdapat karunia. Kontradiksi
ditimbulkan karena sifat manusia yang terbatas. Sedangkan Allah SWT menciptakan
semua yang ada dan yang mungkin ada dengan tiada kontradiksi sedikitpun. Luar
biasa rakhmat Allah bagi yang mampu melihatnya. Luar biasa pula rakhmat dari
Allah bagi orang-orang yang mau belajar dan memikirkannya. Setiap muslim pasti
menginginkan untuk dapat bertemu dengan Rasulullah. Mengharapkan syafa’atnya
kelak di hari akhir ketika seluruh perbuatan dan amalan manusia dimintai
pertanggungjawabannya. Rasulullah merupakan uswatun khasanah yakni suri
tauladan yang baik. Sikap, perbuatan, perkataan Nabi Muhammad saw. hendaknya kita
ikuti, karena sungguh Nabi Muhammad merupakan utusan Allah yang mengajarkan
kepada kebaikan kepada seluruh umat.
Selasa, 14 Mei 2013
Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia"
Dari artikel Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad
Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia, didapat
berbagai informasi yang begitu bermanfaat untuk diterapkan di dalam kehidupan.
Orang yang dapat melihat peluang di dalam setiap kesempatan yang ada kelak masa
depannya akan baik atau lebih terarah. Kesempatan itu tidak datang dua kali,
oleh karena itu hendaknya kita dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dengan
sebaik mungkin, yakni dengan berani dalam mengambil keputusan. Tentu
pengambilan keputusan ini harus dengan pemikiran akal maupun sesuai dengan hati
yang telah kita tetapkan seraya selalu memohon ridha Allah. Pengalaman di dalam
hidup yang telah kita lalui hendaknya mampu kita jadikan salah satu acuan guna
arah hidup kita menjadi lebih baik. Setiap tindakan hendaknya didasari rasa
ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah.
Refleksi " Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah"
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Setiap manusia
tidak luput dari suatu kekhilafan baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika
manusia melakukan dosa atau kesalahan kemudian ia menyadari dan memohon ampunan
kepada Allah SWT itulah yang dinamakan taubat. Taubat merupakan rahmat Allah
yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Seperti
artikel di atas, taubat nasuhah adalah memohon ampunan kepada Allah dengan
lisan disertai penyesalan sungguh-sungguh di dalam hati terhadap suatu dosa
yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat
tidak akan mengulanginya lagi. Untuk itu, setiap orang hendaknya selalu
merenungkan apa yang telah diperbuat kemudian memperbaiki sikapnya dengan
selalu memohon ampunan kepada Allah agar semakin dekat dengan ridha Allah SWT.
Dengan begitu segala urusan dapat dimudahkan oleh Allah baik di dunia maupun di
akhirat.
Refleksi "Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT"
Subhanallah,,, Artikel Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat
Kepada Allah SWT, mengingatkan saya untuk selalu memohon ampunan kepada Allah
atas semua perbuatan yang telah diperbuat di masa lalu. Allah Maha Melihat lagi
Maha Mengetahui. Allah mengetahui sekecil apapun perbuatan yang dilakukan oleh
manusia. Di dalam artikel disebutkan bahwasanya tangisan kita sebenarnya
menunjukkan suatu kelembutan hati. Sebaik-baik tangisan kita adalah menjadikan
tangisan tersebut menjadi dzikir kita kepada Allah. Hendaknya kita selalu
merenungkan segala perbuatan yang kita lakukan, dan selalu memohon ampunan
kepada Allah dengan ikhlas agar kita mendapatkan ridha dari Allah. Semoga kita
dalam menjalani kehidupan ini senantiasa berada di jalan Allah SWT dengan
mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir"
Berdzikir dengan ikhlas akan mendekatkan kita dengan Allah
SWT. Syetan masuk melalui tiga arah, yaitu tengah-tengah dada, rusuk dan
seluruh tubuh dan syetan mengancam manusia terus. Agar kita dijauhkan dari
godaan atau hasutan dari syetan, maka dzikir adalah cara yang dapat kita pilih.
Dzikir yang didasari dengan rasa ikhlas dapat membuat kita dimudahkan segala
urusannya oleh Allah baik urusan di dunia maupun di akhirat. Dengan berdzikir hati
senantiasa bersih dan membuat kita tenang serta nyaman di dalam menjalani
kehidupan. Semoga dzikir yang dilandasi rasa ikhlas dapat selalu kita terapkan
di dalam kehidupan sehari-hari sehingga Allah senantiasa dekat dengan kita.
Aamiin…
Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa"
Dari artikel Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya
Orang Berdoa, didapatkan bahwa doa itu penting dalam melakukan suatu ibadah.
Doa adalah bentuk dari ungkapan harapan seseorang mengenai suatu hal. Semua
orang tentu dapat melakukan doa. Doa termasuk salah satu ibadah. Dengan berdoa,
seseorang dapat mendapatkan suatu keselamatan atau keberuntungan yang tentunya
semua itu karena atas izin dari Allah SWT. Berbakti kepada orang tua bisa
menjadi salah satu faktor penting terkabulnya doa. Berdoa dengan suara lirih
menunjukkan sopan santun dan keikhlasan. Doa yang dilakukan dengan terus
menerus dan berkelanjutan dengan merendahkan diri di hadapan Allah akan lebih
dekat kepada terkabulnya doa tersebut. Orang yang berdoa dengan menggunakan
ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi akan lebih mudah dikabulkan daripada orang
yang berdoa dengan doa-doa lainnya. Terdapat waktu yang baik untuk berdoa,
diantaranya ketika kita sedang sujud, waktu antara adzan dan iqomat dan
sepertiga malam terakhir. Kita tidak boleh berdoa dengan kata yang dibuat-buat
ataupun dengan suara yang keras karena hal ini melampaui batas dan tidak
disukai Allah. Artikel di ataas sungguh sangat bermanfaat jika dipahami dan
diamalkan di dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang
semakin dekat dengan Allah karena doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya
didasari rasa tulus ikhlas.
Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas"
Dari artikel Elegi Ritual Ikhlas 7 di atas, diperoleh bahwa
tujuan diciptakannya manusia dan makhluk lainya di dunia ini sebenarnya adalah
agar senantiasa beribadah kepada Allah. Salah satu hal mendasar agar
amalan-amalan atau ibadah kita diterima Allah adalah keikhlasan dari dalam diri
individu. Semua makhluk Allah kedudukannya adalah sama. Hal ini karena yang
membedakan adalah kualitas ibadahnya, yakni keikhlasan dalam menjalankannya. Setiap
perbuatan manusia di dunia ini baik buruknya adalah bergantung pada niat dari
orang yang melakukannya. Setiap perbuatan yang dilakukan akan mendapatkan
balasan dari Allah. Hal yang menghalangi nilai ikhlas pada seseorang adalah
riya (mengerjakan sesuatu karena ingin mendapatkan pujian dari makhluk, bukan
semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah). Setiap perbuatan kita
hendaknya ditujukan pada tujuan untuk mendapatkan ridha Allah. Dengan begitu
nilai ikhlas tersebut akan tercapai.
Langganan:
Postingan (Atom)